Tuesday, 25 September 2012

Tips Membuat Undangan Pernikahan (Sendiri)

Akhir-akhir ini saya sering menerima undangan pernikahan teman-teman saya yang suangaaat unik. Mulai dari desain yang edunn (gambar kartun, desain gothicimperial, klasik, bentuknya kotak dll), bahan yang nggak biasa (impor, kertas koran, kertas buram, plastik transparan, tali tambang…? dll), hingga teknik cetak yang sungguh bervariasi (ada yang pake laser! –kaya disunat aja, hihihi), semuanya sangat nuarsisisss terkesan gak mau sama dengan orang lain.
Alhamdulillah, undangan pernikahan saya sendiri juga sangat unik (lebay mode : ON, padahal biasa aja, cing) hehehe… kebetulan saya juga pernah mendesainkan beberapa belas undangan teman-teman yang narsisis yang ingin beda dari yang lain, yang rata-rata memang menggambarkan ego/ alterego mereka…

Nah, berdasarkan pengalaman itulah saya ingin mencoba berbagi tips kepada teman-teman yang ingin membuat undangan pernikahan (dengan ide) sendiri, semoga tips berikut bermanfaat…

NB : Membuat “undangan pernikahan sendiri” disini bukan berarti harus membuat semuanya sendiri lho, maksudnya Kamu-Kamu yang akan menikah yang punya ide dari A-Z mengenai undangan tersebut, nanti yang mengeksekusi tentunya orang yang kamu sebut sebagai desainer undangan. Tapi kalo kamu memang diberi bakat untuk mendesain undangan sendiri, why not?
Oke, ini dia tips-tipsnya :
  1. Tentukan IDE. 
    Pertama yang paling penting sebelum menentukan IDE adalah “Membulatkan Niat”… Hehehe… Setelah kamu punya cukup niat (dan waktu) untuk membuat desain undangan sendiri, baru carilah IDE desain (yang keren, narsis dan unik) yang masuk akal untuk direalisasikan.
    Salah satu ide undangan pernikahan yang bisa dipakai adalah undangan yang mencerminkan profesi mempelai. Misalnya profesi sang mempelai adalah pedagang batik, maka undangannya bisa bernuansa batik/ bahkan mengunakan kain batik. Contoh lain lagi, misalnya profesi mempelai adalah seorang komikus, maka undangannya bisa dalam bentuk komik (contohnya saya, yang berprofesi sebagai tukang bikin komik).
    Saran saya, jangan terlalu aneh-aneh dengan ide desain undangan, bisa-bisa nanti malah susah direalisasikan atau bahkan gagal dikenali sebagai undangan pernikahan. Jangan lupa konsultasikan juga ke orangtua dan calon orangtuamu, supaya mereka bisa mengerti IDEmu dan mempertimbangkan apakah layak untuk dieksekusi dan dibagikan ke teman-teman yang akan diundanganya…
    Catatan : Hati-hati, biasanya akan ada sedikit pertentangan antara IDE desain Anak yang akan menikah (apalagi kalo idenya aneh2) dengan pendapat orangtua… Silakan cari cara kreatif untuk menjembatani perbedaan pandangan ini.
  2. Persiapkan Konten Undangan.
    Setelah mendapatkan IDE dan memiliki gambaran umum tentang hasil jadi undangan pernikahanmu, mulailah persiapkan konten/ isi undangan, jadi siapkan seluruh data teks/ gambar yang akan tampil dalam undangan, diantaranya :
    - Nama kedua mempelai
    - Nama kedua orang tua mempelai
    - Lokasi dan tanggal pernikahan (baik akad/ pemberkatan, maupun resepsi)
    - Teks informasi akad/ pemberkatan
    - Teks informasi resepsi
    - Teks doa/ ayat suci/ puisi
    - Peta lokasi
    - Ucapan terima kasih
    - dll yang kira-kira akan dimasukkan
    Setelah mempersiapkan konten, barulah mempersiapkan elemen gambar/ ilustrasi yang ingin dimasukkan kelak, misalnya foto close-up atau foto prewedding. Usahakan konten yang akan kamu tampilkan diundangan itu jelas, ringkas, mudah dibaca dan dimengerti, okey?
  3. Mulailah Mendesain
    Awali mendesain dengan sketsa diatas kertas, tidak perlu langsung menggunakan komputer, kecuali kamu memang bisa mengoperasikan software untuk membuat undangan.
    Pertimbangkan bentuk, ukuran dan bahan yang akan dipergunakan, karena hal-hal itu akan mempengarui harga undanganmu. Misalnya undangan yang ukurannya A4 (29,7 x21 cm) denganhard cover, tentu lebih mahal dibandung, eh dibanding dengan menggunakan kertas biasa. Bilabudgetmu terbatas pertimbangkan juga mengenai penggunaan warna cetak pada undanganmu, semakin meriah warnanya, harganya bisa semakin mahal*).
    Teknik Cetak dan Spesial Efek juga perlu kamu pertimbangkan, karena kedua hal ini bisa bikin undanganmu menjadi sangat SUPERB! tapi ketika penggunaannya kurang tepat, bisa jadi hasilnya biasa aja, tapi harganya jadi berlipat ganda, so betul-betul harus dipertimbangkan mengenai hal ini*).
    Ohya, jangan lupa  untuk mendesain “ucapan terima kasih” yang akan dipasang bersama souvenir… Supaya nanti terjadi nuansa yang harmonis antara undangan dan ucapan terima kasih… Prikitiww
    *) bila masih bingung silakan konsultasikan pada ahlinya, karena ini butuh penjelasan lebih detail… anyway, kalo sempat nanti akan saya bahas lebih jauh mengenai hal-hal yang saya tulis itu.
  4. Evaluasi dan Datanglah ke Percetakan!
    Sebelum mem-finalisasi desain undanganmu, usahakan ada second opinion, baik itu dari calon istri/ suamimu, maupun dari orangtuamu dan orangtuamu yang satu lagi… hehehe. Biasanya akan ada “proof reading” alias pengecekan konten dari mereka, kalo-kalo ada yang salah… karena kamu ‘kan ngerjainnya sambil begadang…
    Setelah selesai semua dalam bentuk kopi lembut a.k.a softcopy, amat sangat disarankan kamu membuat DUMMY, alias contoh jadi undanganmu dalam bentuk hardcopy alias kopi keras… alias kamu PRINT deh desainmu itu… kalo bisa mirip 100%, tapi kalo nggak bisa ya sebisanya, 99% lah
    Pembuatan DUMMY ini sangat penting bagi percetakan karena akan menjadi panduan ketika mencetak undanganmu dalam hal konten, warna, jenis huruf, layout, lipatan, ukuran dan bahan. Kalo kamu nggak sediain dummy, jangan salahkan percetakan kalo ada error… So usahakan sediakan dummy
    Nah, ketika kamu udah menyelesaikan semuanya, datanglah ke percetakan yang kamu anggap bagus, jangan lupa bawa hal-hal berikut ini :
    - File final desain undangan dan ucapan terimakasih, baik dalam bentuk CD maupun FlashDisk.
    - Dalam file itu sertakan juga “Fonts” maupun “Gambar2 atau Foto2″ yang kamu pake dalam desain undanganmu.
    - Dummy undangan dan ucapan terima kasih.
    - Uang buat DP (tapi percetakan yang baik biasanya boleh bayar belakangan ^_^)
Selesai dehhhh, kalo ada yang kurang-kurang mohon ditambahin ya ^_^ Mohon maaf kalo bahasanya kurang oke, karena jarang nulis neh…
Eh, nambah dikit….
Alternatif lain dari membuat undangan pernikahan sendiri adalah dengan berkunjung ke toko/ agensi khusus pembuatan undangan, disana kamu bisa melihat contoh-contoh undangan yang udah jadi… Nah itu lebih simple dan lebih common tentunya ^_^.
Alternatif lain yang lebih hemat dan ramah lingkungan adalah dengan membuat undangan pernikahan secara online!

No comments:

Post a Comment